Safari Pesantren RMINU dan LDNU Pasuruan Ajang Santri Mencari Ilmu di Masyarakat


Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) bersama PC Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Pelepasan Dai Santri Program Safari Pesantren, Kamis (27/02/2025).

Follow Channel WhatsApp NU Pasuruan untuk mendapatkan update terbaru seputar NU di Kabupaten Pasuruan.
Dalam safari pesantren tersebut RMINU Kabupaten Pasuruan mengirimkan 112 santri yang akan di kirim di desa terpencil di Kabupaten Pasuruan.
Ketua PC RMINU Kabupaten Pasuruan Gus Badrus Salam mengatakan dalam safari pesantren ini niatan mencari ilmu jikalau ada permasalahan permasalahan yang ada di masyarakat yang kaitannya dengan hukum silahkan di konsultasikan dan jangan membuat hukum sendiri yang membingungkan masyarakat.
“Banyak masyarakat kita yang masih awam maka dari itu kita harus bisa memahami budaya mereka agar tetap di terima oleh masyarakat,”jelasnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan safari pesantren merupakan gabungan dari Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Pasuruan yang berpartisipasi mengirimkan para santrinya di desa terpencil yang membutuhkan ustadz dalam Bulan Ramadhan.
“Kami mengirimkan 112 santri di desa terpencil di 56 titik di Kabupaten Pasuruan dengan waktu 25 hari belum perpanjangan kontrak,” ujarnya.
Gus Badrus sapaan akrabnya mengatakan, dalam safari ramadhan tersebut para santri sudah dibekali beberapa hal yang nantinya akan di implementasikan ke masyarakat diantaranya khutbah Jum’at, tadarus, shalat tarawih dan lainnya.
“Kami berpesan kepada para santri yang berangkat untuk tetep membenarkan dan mengajarkan rukun rukun wudhu dan shalat,” tambahnya.
Walaupun hanya 25 hari, tetapi kami ingin menebar benih di Sekitar Kabupaten Pasuruan yang memang sangat membutuhkan bimbingan memahami ilmu ilmu agama untuk menghadap Allah SWT.
“Banyak disekitar kita yang membutuhkan sentuhan dari para santri di Kabupaten Pasuruan, alhamdulillah dari tahun ke tahun ada peningkatan,” pungkasnya.
Dirinya berharap para santri jangan terlalu masuk dalam persoalan pribadi persoalan pribadi karena nanti akan bukan menyelesaikan permasalahan nantinya juga bisa-bisa akan menambah permasalahan
“Para santri di mata masyarakat dianggapnya kitab dan jangan sampai salah,” tutupnya
Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.