Di Tadarrus Ramadhan, Cak Subadar Ajak Generasi Muda Perdalam Aswaja An-Nahdliyah

Lumbang, NU Pasuruan
Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Mohammad Subadar menyebutkan, generasi muda tidak cukup dalam memahami Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah hanya dengan landasan ‘pokok e manut ulama’ (Pokok Ikut Ulama).

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Tadarrus Ramadhan bertajuk ‘Ontologi Aswaja An-Nahdliyah’ oleh Pemuda Remaja Masjid Nahdlatul Ulama (PRMNU) Lumbang di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Jumat (14/4/2023).

“Ketika ditanya aqidahnya mengikuti siapa? Kalau jawabnya bukan Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi. Ya jangan ikuti,” imbuh Direktur Media Center NU Pasuruan itu.

Begitu juga saat tasawwufnya tidak mengikuti Imam abu Hamid Al-Ghozali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi. Bukan Aswaja An-Nahdliyah.

“Dan kalau tidak mengikuti imam empat madzhab, Imam Syafii, Imam Hambali, Imam Abu Hanifah, Imam Maliki di urusan fikih. Ya jangan ikuti,” kata alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Dirinya juga menyampaikan, pembentengan pemahaman Aswaja An-Nahdliyah bagi Generasi muda sangatlah dibutuhkan. Tentunya dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini.

“Anak-anak muda tidak mungkin dilarang mencari informasi dan berselancar di google. Sehingga, perlu dikenalkan website dan media sosial milik dan basis dari Aswaja An-nahdliyah. Seperti NU Online, Alif.id, Islami.co,” tandas Instruktur Wilayah (IW) Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Jawa Timur itu.

Penulis: Sami’ Mulyaji

Editor: Makhfud Syawaludin