Perdana, IPNU-IPPNU Purwodadi Bentuk Pengurus di Pondok Pesantren

Purwodadi, NU Pasuruan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Purwodadi bentuk Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP), Ahad (14/08/2022). PKPP itu merupakan yang pertama terbentuk se Kabupaten Pasuruan.

Pembentukan tersebut disasarkan pada Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang berada di Dusun Sawiran Desa Dawuhan Sengon Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

“Pembentukan PKPP IPNU-IPPNU ini dilaksanakan bersamaan dengan jenjang pengkaderan pertama, yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang telah dilaksanakan dari satu hari sebelumnya,” terang Alfu Rakhmah Kamila, Ketua PAC IPPNU Purwodadi.

Baca Juga :   Dulu Rekanita, Sekarang Istri Tercinta

Menurutnya, hal tersebut bertujuan agar para santri memiliki kemampuan berorganisasi yang mumpuni. Sehingga dapat mengabdi dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami juga memegang amanah dari ketua pondok yang mengharapkan hal sama dari santriwan dan santriwati nantinya, sebab banyak alumni yang kurang paham terkait hal demikian,” imbuhnya.

Makesta yang mengikutsertakan 31 peserta tersebut, dipercaya Mila dapat memberi jawaban atas keresahan dari pondok pesantren.

Selain itu, ia menuturkan jika terdapat hal unik yang diterapkan oleh panitia selama acara berlangsung.

“Karena di lingkungan pesantren, beberapa hal disesuaikan. Salah satunya dengan menjadikan lalaran Nadhom Alfiah sebagai hukuman bagi peserta makesta yang kalah dalam sesi fun game,” jelas

Baca Juga :   Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Satgas NU Pasuruan Lakukan Sosialisasi Di Pesantren

Kemudian, memanfaatkan keindahan gunung dan perbukitan sekitar dari lantai tiga pondok pesantren, turut menjadi pilihannya untuk mengajak para peserta melakukan senam.

Lebih lanjut, gadis berusia 19 tahun tersebut berharap, PKPP IPNU IPPNU Miftahul Ulum Sawiran dapat dapat menjadi cikal bakal sekaligus pelopor dari berdirinya PKPP lainnya di Kabupaten Pasuruan.

“Semoga setelah ini, santri dapat lebih memberi perhatian serta berkenan merawat Nahdlatul Ulama secara jam’iyyah,” tutup Mila.

Penulis: Rahma Salsabila

Editor: Makhfud Syawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.