Bikin Logo, Cara Mahasiswa ITSNU Pasuruan Kenalkan Tape Khas Desa Kenduruan

Sukorejo, NU Pasuruan
Mahasiswa Institut teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) membantu warga dalam membranding produk Tape Khas Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Koordinator Kegiatan Lailatul maulidiyah menjelaskan, mayoritas masyarakat adalah pembuat tape. Sehingga Desa Kenduruan disebut Kampung Tape. Hanya saja, belum ada logo produk bersama.

“Pemberian logo atau identitas produk ini kami rancang sendiri dengan bentuk semenarik mungkin. Agar pembeli mengenali bahwa tape yang enak ini adalah dari tape khas Kenduruan,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Senin (28/02/2022).

Baca Juga :   Inisiasi Mading Madin, Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Dukung Wak Muqidin

Ia juga menyampaikan, telah mengumpulkan para pedagang tape untuk mensosialisasikan pentingnya logo produk. Sehingga para pedagang pun setuju untuk membuat logo produk.

“Ide untuk logo tersebut menggabungkan bentuk minimalis dengan nuansa tradisional agar mengundang rasa tertarik berbagai kalangan. Dan tidak lupa gambar identik dengan suasana Desa,” ujarnya.

Dirinya juga akan mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar logo yang digunakan tidak ditiru oleh orang atau daerah lain. Hal itu sebagai bentuk peresmian logo yang akan digunakan.

Baca Juga :   Perkuat Pembelajaran Sains Secara Daring, Prodi Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Gelar Webinar

“Masih proses. Semoga segera selesai,” pungkasnya.

Untuk itu, Kepala Desa Kenduruan Hj Atim Iriasih, menfasilitasi dalam mengenalkan logo yang akan ditempelkan pada Produk Tape Khas Desa Kenduruan.

“Kerja bagus dalam mengembangkan produk jualan Tape di Desa kenduruan ini. Adik-adik mahasiswa menjadikan Tape Kenduruan dikenali masyarakat luas dan memiliki ciri khas bagi tape Kenduruan. Ide bagus sekali,” imbuhnya.

Penulis: Junita Doveni
Editor: BAM Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.