Ponpes Ngalah Gelar Pengajian Bandongan Live Streaming on Youtube

Purwosari, NU Pasuruan
Pondok Pesantren (Ponpes) Ngalah Desa Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan meluncurkan Program Ngluru Ilmu Soko Ngaji Kilatan (NUKILAN). Kegiatan itu berbentuk Pengajian Bandongan live streaming on channel youtube Ngalah TV.

Koordinator Pendidikan Pusat Ponpes Ngalah Ustadz Alfandi Jaelani, bersyukur pelaksanaa kegiatan perdana pada hari Sabtu (01/01/2022) kemarin berjalan dengan lancar. Apalagi sudah ditonton 830 kali. “Alhamdulillah, lancar dan diminati,” ujarnya kepada NU Pasuruan, Senin (03/01/2022).

Ia juga menjelaskan tujuan kegiatan itu sebagai media penghubung. Antara ponpes dengan para alumni dan jamaah yang tersebar di berbagai daerah.

Baca Juga :   Untuk alumni dan wali santri, Sholat Jenazah KH A Nawawi Abdul Djalil Sidogiri Bisa Diikuti Secara Bil Ghaib

“Sekaligus mengisi konten di hari-hari efektif. Karena selama ini konten ngaji hanya ada di bulan Ramadhan saja,” imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan jadwal, nama kitab dan pengasuh kajiannya. Untuk hari Sabtu kitab Fathul Izar diasuh oleh Ustadz Arief Rahman Hakim. Untuk hari Ahad kitab Targhib wa Tarhib oleh Ustadz H Afif Dimyati.

Selanjutnya hari Selasa kitab Ghoyatut Taqrib bersama Ustadz Muhammad Fauzi. Sedangkan hari Rabu kitab Risalatul Makhid oleh Ustadz Miftara Ainul Mufid. Pengajian dimulai pukul 18.30 sampai dengan 19.00 WIB.

Baca Juga :   Menuju Santri Yang Mampu Melayani Masyarakat, Ponpes Sabilul Muttaqin Rutin Gelar Diklat Tajhizul Mayit

“Untuk pertama. Dipilih kitab-kitab dasar dan tidak terlalu tebal. Tapi sangat dalam keilmuannya ketika dikaji lebih dalam,” tutur Sarjana Teknik Mesin Universitas Yudharta Pasuruan itu.

Ustadz Alfandi juga menjelaskan alasan pemilihan kitab Risalatul Mahidh versi dari Ploso. Karena pembahasan tentang problematika haid telah dilengkapi dengan jadwal-jadwal atau tabel-tabel.

“Selanjutnya kami juga akan mengadakan kegiatan Praktek Ubudiyah Bareng Santri atau Padosan dan Kajian Ala Mujadalah atau Kalam Podcast,” pungkas pria asal Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan itu.

Penulis: Makhfud Syawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *