Nisfu Sya’ban dan Dua Rakaat Setara 400 Tahun Beribadah

Nisfu sya'ban

Sumber Gambar: nu.or.id

Rejoso, NU Kabupaten Pasuruan
KH. Ishomuddin Ma’shum, selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan, mengungkapkan beberapa kisah, amalan dan keutamaan bulan Sya’ban.

“Guru-guru kita terdahulu, pada tanggal lima belas Sya’ban, atau disebut Nisfu Sya’ban, membaca surat Yasin 3 kali,” ujarnya saat mengisi pengajian rutin kitab Safinatun Najah, di Musholla Baitul Mukhlisin, Selasa Malam (23/3/2021).

“Bulan Sya’ban adalah bulan diturunkannya perintah bersholawat, maka dari itulah bulan sya’ban disebut juga Syahru Sholawat. Maka, perbanyaklah sholawat, terutama dibulan sya’ban,” imbuhnya.

Baca Juga :   Perkuat Syiar & Dakwah Islam di Medsos, IPNU-IPPNU ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Workshop Desain

Lebih lanjut, Gus Ishom, sapaan akrabnya, menjelaskan keutamaan bulan Sya’ban dalam kitab Annawadi dan Mukasyafatul Qulub. Dulu, ada seseorang pengikut Nabi Isa yang telah beribadah selama 400 tahun. Sedangkan untuk seseorang dari pengikut Nabi Muhammad, cukup melaksanakan shalat dua rakaat pada malam nisfu sya’ban.

“Namun, ada yang lebih besar pahalanya orang yang beribadah 400 tahun tersebut. Ialah dari umat Nabi Muhammad, yang menjumpai bulan Sya’ban, dan melakuan sholat dua rakaat, di malam nisfu sya’ban. Hal itu lebih utama,” pungkasnya.

Baca Juga :   Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah, Ah Masak?

Kontributor: Dewi Rizky Itsnaini

Editor: BAM Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *