Meriah dalam Masa Pandemi, Begini Peringatan Harlah NU, IPNU, IPPNU di Al-Yasini

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Yasini (STAI Al-Yasini) memperingati Hari Lahir (Harlah) PKPT yang ke-4 sekaligus memperingati Harlah NU ke-98, IPNU ke-67 dan IPPNU ke-66.

Kegiatan yang mengangkat tema “Bersua Dalam Mahabbah, Berdedikasi Penuh Barokah” ini diadakan selama sepekan, yakni pada tanggal 24 Februari hingga 02 Maret 2021, bertempat di kompleks Pondok Pesantren Al-Yasini. Kegiatan dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran para Kiai dan Pemerintah.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan Gerak Batin ke makam pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Terpadu (PPT) AL- YASINI, pada tanggal 24 Februari 2021.

Kemudian, pada hari Jum’at 26 Februari 2021, di lanjutkan dengan kegiatan NU FRESH, adalah kegiatan menanam pohon dan bunga sebagai bentuk kepedulian NU terhadap lingkungan sekitar, khususnya sekitar Pondok Pesantren.

Pada tanggal 27 Februari, tepat pada harlah NU digelar Festival al-Banjari dan Pelantikan Pengurus PKPT IPNU-IPPNU periode 2020-2021. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari PC IPNU, PC IPPNU Kabupaten Pasuruan serta Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) terdekat.

Sementara itu, pada tanggal 02 Maret, yang bertepatan dengan harlah IPPNU, dilakukan pengumuman pemenang lomba-lomba online, seperti lomba cerpen nasional, lomba da’i online se-jawa timur dan lomba video instagram se-jawa timur.

“Bukan hanya PKPT yang mensukseskan acara ini, Pimpinan Komisariat juga banyak berpartisipasi dalam acara ini, PK SMK Leader, PK SMA Excellent dan PK MAN 2 Pasuruan. Kami mengucapkan terima kasih,” ujar M. Lutfillah selaku ketua pelaksana kegiatan.

Baca Juga :   Istiqomah, PC LBM NU Pasuruan Gelar Bahtsul Masail Setiap Bulan

“Semoga dengan dirayakannya harlah ini kita bisa meneladani dan mengingat kembali sejarah perjuangan muassis-muassis NU khususnya KH. M. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU, KH. Tolhah Mansyur sebagai pendiri IPNU dan Nyai Hj. Basyiroh sebagai pendiri IPPNU, semoga kita semua mendapatkan barokahnya beliau dan diakui menjadi santrinya amin,” pungkas Santri Al-Yasini tersebut.

Kontributor: M. Sirojuddin

Editor: M. Hilmi Masruri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *