Gotri Ala Gotri Nogosari Pasuruan 2020: Kampanye Unik Meningkatkan Imun

Sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 dan tata kehidupan normal baru terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan kegiatan-kegiatan yang unik, kreatif, kekinian, dan berbasis kearifan lokal, serta melibatkan para kiai dan gawagis.

Kali ini, sosialisasi tersebut dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati 1 Muharram 1442 H, hari Kemerdekaan ke-75, dan hari jadi kabupaten Pasuruan ke-1091, yakni Gotri Ala Gotri Nogosari (Gowes Santri Ala Gowes Santri, Nonton Gowes Santri NKRI) 2020. Untuk start kegiatan bertempat di halaman Pondok Pesantren Al-Yasini Areng-Areng Wonorejo Kabupaten Pasuruan, Sabtu Pagi (22/08/2020).

KH. A. Mujib Imron, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini Pasuruan, selain memberikan ucapan terima kasih telah memilih lokasi start di Al-Yasini dan menyambut kedatangan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, juga mengapresisasi teladan berpanas ria yang dilakukan oleh para kiai dan forkopimda sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam meningkatkan imunitas.

Sedang Gus Bupati, sebutan akrab Bupati Pasuruan, H. Irsyad Yusuf, menjelaskan alasan memilih menggalakkan kegiatan bersepeda dalam situasi pandemi.

“Kita pilih gowes, karena olah raga ini yang efektif bisa physical distancing. Dan dengan bersepada, kita tetap sosialisasi penerapan protokol kesehatan dan kehidupan normal baru,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

“Kami, Forkopimda juga sepakat menggerakkan gerakan 5 M. Memakai Masker, Menjaga Jarak, Meningkatkan Imun, Mencuci Tangan, dan Memohon Doa Kepada Tuhan,” pungkas Pria yang juga menjadi Kasatkorwil Banser Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, H. Emil Elestianto Dardak, selaku Wakil Gubernur Jawa Timur, selain siap mengkampanyekan semangat 5 M dari Pasuruan, juga menjelaskan manfaat berjemur di bawah sinar matahari.

“Vitamin B gak bisa datang selain efektif dari sinar matahari, yang tepat jam nya,” ujarnya sebelum memberangkat Jagongan (Jamaah Gowes Sarungan) dalam kegiatan tersebut.

“Semangat di Pasuruan luar bisa, berusaha dan berdoa. Bahwa sekeras-kerasnya kita berusaha (menerapkan protokol kesehatan), semuanya kembali juga kepada perlindungan Allah SWT,” pungkas lulusan Jepang tersebut.

Adapun peserta mencapi 700 peserta dari berbagai komunitas bersepeda dan jamaah gowes sarungan yang terdiri dari perwakilan PCNU Bangil, PCNU Kabupaten Pasuruan, dan PCNU Kota Pasuruan.

Kontributor: BAM Yusuf

Editor: Makhfud Syawaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat