MANDIRMATHO Hanya Gunakan Kitab Kuning sebagai Literasinya

KH. Abd. Syakur, Wakil Ketua Bidang Madin PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa sebutan Hududul Funun mulai tahun pelajaran 1440 hijriyah diubah menjadi Manhaj Al Dirosah Madin Wustho yang disingkat MANDIRMATHO.

“Mulai tahun pelajaran 1440 hijriyah, hududul funun diubah menjadi manhaj al dirosah dan tinggal merefleksikan 5 (lima) tahun ke depan,” tuturnya dalam kegiatan Workshop Hududul Funun atau Manhaj Al-Dirosah Madrasah Diniyah Wusto yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melalui Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan untuk merumuskan kurikulum baru Madrasah Diniyah (Madin) tingkat wustho, Jum’at (14/12/2018) di Rumah Inovasi Pendidikan NU Kabupaten Pasuruan.

Beliau juga menuturkan bahwa Manhaj Al Dirosah Maroji atau literisanya adalah kitab kuning semua.

“Dan tidak boleh menggunakan kitab terjemah,” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Sabilun Najah Lebaksari Wonorejo Pasuruan tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data yang terhimpun, mulai bulan jumadil ula 1440 hijriyah, DPAC FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Ta’miliyah) sudah setor peserta IMNI (Imtihan Nihai, Ujian Akhir) 1440 untuk persiapan patenkan naskah soal IMNI tersebut.

“Mengingat pengadaan semua mengenai IMNI diserahkan kembali kepada Ma’arif oleh Pergurag,” pungkas Kiai Syakur. (Mahmud/Yaqin/Makhfud). ')}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat