Penutupan Safari Ramadhan: KH. Imron Mutamakkin Jelaskan Makna & Konteks Berjihad

Merespon terjadinya kesalahan dalam memaknai Jihad yang dilakukan oleh kelompok Radikal, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mengajak warga Nahdliyin untuk kembali memahami makna dan bagaimana konteks dalam berjihad di dalam agama Islam.

“Saat ini ada sekelompok orang yang dengan sengaja menyelewengkan arti dan tujuan Jihad dengan cara radikalisme yang justru menjauhkan orang dari Islam. Jihad merupakan Ruhul Islam yang harus senantiasa digelorakan baik dengan kekuatan, harta dan lisan. Jihad melalui perang pun jika itu jalan terakhir maka harus dilaksanakan. Tetapi saat ini jihad yang sesuai dan dibutuhkan untuk konteks Indonesia adalah Jihad Billisan. Memberikan ajakan, jihad melalui media, untuk menegakkan hukum Allah bukan dengan jalan Radikal”,

jelas KH. Imron Mutamakkin saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadhan yang terakhir bertempat di Masjid Al Islah Madurejo MWC NU Wonorejo, tadi Malam (2/6/2018).

“Rupanya ada aktor yang tengah memainkan agar Jihad bianfusihim ini diidentik dengan radikalisme, memusuhi negara untuk tujuan justru mencederai Islam. Oleh karena kita harus sadar dan jangan mau terprovokasi”, pungkas Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan periode 2016-2021 tersebut.

Senada dengan itu, Habib Abd. Hadi Al-Idrus menghimbau masyarakat agat tidak mudah terprovokasi, tetap menjaga persatuan, sekaligus menjelaskan apa yang dilakukan Teroris adalah cara jahat namun diatasnamakan Jihad, sehingga yang jelek itu Islam. Selain itu, teroris juga membuat tradisi berpakain orang Arab menjadi identik dengan terorisme.
“Tetap jaga persatuan dan jangan terprovokasi”, pungkasnya saat memberikan ceramah memperingati Nuzulul Qur’an yang menjadi Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan tersebut.

Berdasarkan pantauan nupasuruan.or.id, Dua Tim Safari Ramadlan PCNU yang biasanya bertugas di dua tempat, malam ini berkumpul di Masjid Al-Islah tersebut. Adapun yang hadir meliputi Jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU, yakni KH. Maksum Hasyim, KH. Muhibbul Aman Aly, KH. Faishol Munir, Agus H. Saiful Anam Chalim. Kemudian Pimpinan Lembaga dan Banom serta Pengurus Ranting NU wilayah Wonorejo serta warga Nahdliyin. (Irham).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *